Tampilkan postingan dengan label Politik Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

Kerja Cerdas Ketua KPK

Jika cita-cita menjadi Ketua KPK terealisasi, ada beberapa langkah yang akan saya lakukan.
Pertama, saya akan menyelesaikan kasus-kasus yang ada, seperti Bank Century, Hambalang, pengadaan simulator SIM, dan dugaan korupsi beberapa pegawai pajak.
Kedua, saya akan menyelesaikan kasus-kasus lama yang tak dijamah, misalnya kasus kaburnya para koruptor ke luar negeri. Dari puluhan koruptor yang kabur, hanya beberapa yang serius ditangani KPK, lainnya bagai hilang ditelan bumi.
Ketiga, saya akan mengajukan RUU Pemberian Bantuan Hukum untuk Koruptor kepada DPR. Intinya, pengacara yang akan mendampingi tersangka korupsi adalah pengacara independen yang terjamin kredibilitasnya. Selama ini, pengacara lebih terkesan membela secara membabi buta, sehingga tak heran jika banyak kasus korupsi yang berakhir pada pembebasan tersangka.

Kamis, 19 Januari 2012

Proyek Abang Dewan


Lagi-lagi para anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) berulah. Tidak puas dengan ditolaknya proyek pembangunan gedung baru yang mencapai triliunan rupiah beberapa waktu yang lalu, para wakil rakyat ini—katanya sih wakil rakyat—berencana merenovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR (Banggar DPR). Tidak tanggung-tanggung dana yang direncanakan pun mencapai miliaran rupiah, kurang lebih Rp 20,3 miliar. Melihat bengkaknya dana yang dibutuhkan, tak salah kiranya kalau proyek ini merupakan salah satu proyek yang berbau korupsi.

Menurut Apung Widadi, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), tidak hanya proyek renovasi ruang rapat Banggar, sejumlah proyek renovasi yang diadakan selama 2011 lainnya juga dinilai berbau korupsi. Misalnya, proyek renovasi toilet senilai Rp 2 miliar, proyek renovasi rumah dinas anggota DPR senilai Rp 3,6 miliar, pengadaan mesin fotokopi berkecepatan tinggi senilai Rp 5,7 miliar, dan penggantian cubicle PGDB/PGC DPR senilai Rp 4,3 miliar. Pengadaan proyek-proyek tersebut, tidak dilakukan secara transparan.

Rabu, 11 Januari 2012

Saat Caci Maki Menjadi Tradisi


Situasi dunia politik Indonesia makin tak karuan. Negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim ini pun sudah tak malu-malu lagi untuk mengeluarkan sumpah serapah atau caci maki kepada lawan politiknya. Ketidaksukaan seseorang kepada suatu golongan atau pun sebaliknya menjadi alat pelegitimasi untuk saling menghujat, bahkan dengan nama hewan sekalipun. Bukankah Allah telah melarangnya, “Dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim(Q.s. al-Hujuraat [49]: 11). Apa memang para penghujat ini sudah tidak mau mengindahkan larangan Allah, atau malah mereka sudah tak takut lagi kepada-Nya sampai larangan-Nya pun masih dilanggar.


Sabtu, 31 Desember 2011

Antara Janji dan Bukti

Menjelang akhir tahun 2011 berbagai media massa menyuguhkan kaleidoskop sepanjang tahun ini. Bukan menambah bahagia, tapi makin mengingatkan duka lara di waktu-waktu silam. Berita-berita yang setiap hari disuguhkan kepada masyarakat hanya berputar pada hal-hal itu saja. Ya, kita sudah begitu hafal, setiap mentari pagi muncul berita yang disuguhkan hanya berkisar pada kasus korupsi, perdagangan wanita, narkoba, perampokan, pembunuhan, kemiskinan, kemacetan, ketidakadilan, dan seabreg masalah yang sepertinya tak ada ujungnya di negeri ini.

Saya dan mungkin Anda sudah jengah bukan dengan berita-berita yang saya sebutkan di atas. Tapi sepertinya kian hari tak ada perubahan yang berarti. Beritanya kian menjadi-jadi, seakan urat malu sudah tak ada yang tersisa dalam diri manusia (para politisi) di negeri ini.

Rabu, 21 Desember 2011

Korupsi kok Lupa...Tanya Kenapa?

Menelusuri tingkah dan polah manusia memang tidak ada habisnya. Mungkin bisa dikatakan tak ubahnya menelusuri biang korupsi (lintah uang rakyat) di Indonesia yang teramat sulit untuk dicari jejak langkahnya.

Korupsi sepertinya sudah mendarah daging bagi sebagian manusia di Republik ini. Tak bisa dimungkiri dari tingkat RT sampai Pejabat Negara pun pernah melakukan tindakan tak terpuji ini. Sungguh disayangkan, negara yang mayoritas Muslim dan menjunjung adat ketimuran ini masih juga sulit untuk melepaskan diri dari belenggu korupsi. Bahkan, berdasarkan data Lembaga Transparansi Internasional menyebutkan tahun 2011 Indonesia memiliki indeks persepsi korupsi 2,8 dengan skala 0 hingga 10. Berdasrakan indeks persepsi korupsi ini, Indonesia dipersepsikan sangat korup. Indeks ini tidak berubah dari indeks tahun 2009 dan 2010. Dari 178 negara  yang disurvei, Indonesia berada di peringkat ke-110, sedangkan di Asia, Indonesia menempati peringkat ke-4 sebagai negera terkorup.